Metode Menentukan Tarif Desain Grafis Beserta Contoh Perhitungan

Metode Menentukan Tarif Desain Grafis

Pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang metode sederhana untuk menentukan tarif desain grafis. Metode ini yang sering saya gunakan dalam menentukan tarif, namun ini bukanlah metode baku, atau metode yang disarankan, ini hanya salah satu dari banyak cara menentukan tarif desain grafis.

Diluar sana, masih sangat banyak cara menentukan tarif. Ada dua cara utama menentukan besarnya tarif sebuah project desain grafis, yang pertama berdasarkan Hourly Rate, dan yang kedua berdasarkan fixed rate.

Kedua metode tersebut bisa diterapkan, tergantung tiap desainer. Kalau saya pribadi lebih senang dengan menggabungkan kedua metode tadi, tp pada prinsipnya variabel utama nya adalah Hourly rate yang sudah saya tentukan, untuk kemudian di hitung-hitung sehingga menghasilkan fixed rate yang dapat saya tawarkan kepada klien.

Sebagai grafis desainer, pastikan anda memiliki sedikit kemampuan menghitung, yah sekedar perkalian, penjumlahan, dan pengurangan. Agak keterlaluan sih kalau sampai anda tidak bisa berhitung sederhana 😀 .

Mungkin sebaiknya kita langsung saja ke bagaimana caranya menentukan tarif desain grafis, berdasarkan metode sederhana yang saya gunakan.

 Persiapan:
  • Tentukan dahulu hourly rate anda. untuk panduan bagaimana menentukan hourly rate bisa dilihat disini.
  • Rincilah jenis pekerjaan yang biasanya anda lakukan saat sebelum dan dalam proses pengerjaan proyek desain. Tiap desainer kemungkinan memiliki metode yang berbeda.
  • Setelah merinci jenis pekerjaan, tentukan lama jenis pekerjaan tersebut (dalam satuan jam), ini berdasarkan pengalaman tiap desainer masing-masing. Tidak ada yang sama dalam menentukan lamanya proses sebuah proses.
  • Tentukan berapa banyak desain yang harus anda kerjakan. Simple nya seperti ini, misalkan saat membuat desain logo kita menawarkan kepada klien 3 konsep logo yang bisa dipilih oleh klien, pastikan 3 konsep logo ini masuk kedalam hitungan pekerjaan anda. Nanti variabel ini sangat berguna untuk fleksibilitas harga, saat klien ingin melakukan negosiasi harga.
  • Tentukan jumlah maksimal revisi yang anda berikan pada setiap project yang anda terima. Misalnya dalam sebuah project pembuatan logo, anda memberikan maksimal 5 kali revisi dari satu konsep yang sudah dipilih oleh klien (Revisi tanpa mengubah core shape yang sudah kita buat yah). Variabel ini juga sangat berguna untuk fleksibilitas harga, saat klien ingin melakukan negosiasi harga.

Sampai disini, persiapan kita untuk menghitung tarif desain grafis sudah bisa dilakukan, karena kita sudah memiliki variabel-variabel perhitungan yang diperlukan.

Usahakan anda membuat perhitungan tarif anda di excel, untuk memudahkan anda dalam menghitung tarif di waktu yang akan datang, apabila terjadi perubahan hourly rate, maupun ketika klien mengajukan negosiasi harga.

Mari langsung kita lihat contoh tabel perhitungan nya:

Sebagai contoh, si Amin adalah seorang freelance grafis desainer yang belum terlalu banyak memiliki portfolio, dia menentukan tarif pembuatan logonya sebesar Rp.1.500.000 untuk 3 konsep logo dan 5 kali revisi, ini berdasarkan formula  dengan metode hourly rate yang kemudian dikelola menjadi fixed rate.

Hourly rate Amin adalah Rp.50.000/jam.

Menentukan Tarif Desain Grafis

Berdasarkan pengalaman nya membuat logo (ini yang tanpa membutuhkan research yah, dengan asumsi klien sudah memiliki gambaran bentuk dan warna yang diinginkan 😀 ) Amin membutuhkan waktu:

  • 6 Jam untuk memikirkan konsep = 6 jam x 50.000 = 300.000
  • 2 Jam untuk sketching 1 logo, kalau 3 konsep logo berati 6 jam = 6 jam x 50.000 = 300.000
  • Software Touch (hasil sketsa di implementasikan menggunakan software) karena amin perfeksionis maka dia memastikan kompisisi warna dan konsepnya sesuai sehingga untuk mengimplementasikan 1 sketsa menggunakan software amin membutuhkan 4 jam per sketsa. berarti 4 jam x 3 konsep logo x 50.000 = 600.000.
  • Amin memberikan 5 kali kesempatan revisi kepada klien nya, dengan perkiraan setiap revisinya membutuhkan waktu 1,2 jam, maka 1,2 jam x 50.000 x 5 = 300.000. (kenapa 1,2 jam?? sebenarnya biar bulat aja sih supaya totalnya 300.000 kalau dikalikan 5 kali revisi 😀 )

Nah setelah menghitung itu semua amin bisa mendapatkan tarif fixed Rp. 1.500.000 per desain logo yang dia kerjakan.

Amin menawarkan harga tersebut kepada kliennya sebagai fixed rate serta menjelaskan apa saja yang didapat oleh klien nya dengan membayar fixed rate amin 1,5 juta, yaitu 3 konsep logo dan 5 kali revisi.

Klien amin meminta best price (bahasa awamnya sih harga yang lebih murah). Mengingat amin sudah memiliki formula yang fleksibel, maka amin melakukan perhitungan ongkos baru dengan mengutak atik sedikit variabel dalam formulanya.

Menentukan Tarif Desain Grafis - harga nego

Seperti yang saya tulis diatas, bahwa banyaknya konsep desain yang ditawarkan, serta jumlah revisi yang kita berikan, akan memberikan fleksibilitas saat negosiasi harga.

Saat klien meminta best price, maka si amin hanya perlu merubah variabel jumlah konsep yang ditawarkan, dan banyaknya revisi yang diberikan.

Jika sebelumnya jumlah konsep yang ditawarkan 3, maka amin mengubahnya menjadi hanya 2 konsep yang ditawarkan, dan jika sebelumnya revisi yang diberikan sebanyak 5 kali, amin merubahnya menjadi hanya 2 kali kesempatan revisi. Secara otomatis jika anda membuat formula menggunakan excel, maka harga dan total harga akan berubah.

Amin bisa memberikan best price di harga Rp.1.020.000, namun juga memberitahu ke klien bahwa dengan harga segitu maka klien hanya akan mendapat 2 konsep desain dan 2 kali kesempatan revisi.

Nah, metode diatas saya rasa cukup fair, kalau kita menerapkan prinsip “You Get what You Pay“. Kita sebagai desainer juga tidak akan overtime bekerja dengan harga yang lebih rendah, Selain itu kita juga memiliki fleksibilitas harga untuk meningkatkan layanan presale kita, sehingga tidak terlalu kaku.

Metode diatas adalah contoh metode yang sering saya gunakan. Untuk variabel besarnya Hourly rate, banyaknya pekerjaan yang anda lakukan, lamanya pekerjaan (jam), dan jumlah konsep yang ditawarkan, silahkan anda tentukan sendiri.

Metode diatas hanyalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam menentukan tarif desain grafis, tidak ada metode baku, maupun rumusan baku dalam menentukan tarif desain grafis.

Share This:Share on Facebook4Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*