Menentukan Tarif Desain Berdasarkan Calon Klien

Menentukan Tarif Desain Berdasarkan Calon Klien

Mungkin artikel kali ini terkesan bertolak belakang dari artikel-artikel saya yang sebelumnya, dimana saya menekankan untuk menetapkan tarif desain berdasarkan pengalaman dan portfolio kita dan melupakan untuk  menentukan tarif desain berdasarkan Calon Klien.

Artikel yang membahas tentang tarif desain bisa dilihat disini:

Tadi sore ketika saya sedang menonton televisi, disana dibahas tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tiba-tiba saya teringat beberapa tahun lalu ketika saya memberanikan diri untuk membuka jasa desain, karena berangkat dari portfolio dan pengalaman yang minim, saya pun menentukan tarif yang minim pula. Disitu saya melihat bahwa banyaknya order yang datang adalah dari para pelaku UMKM ini.

Menentukan tarif desain berdasarkan calon klien

Contoh Pelaku UMKM

Saya pun tiba-tiba menyadari bahwa saat ini ada kesalahan yang saya perbuat dimana dalam menentukan harga desain kadang saya terkesan pukul rata, meski saya pun masih membedakan tarif yang saya berikan untuk perusahaan besar dengan omzet besar dan perusahaan menengah dengan omzet menengah pula.

akuntansi-perusahaan1

Contoh Perusahaan Menengah Keatas

Setelah beberapa saat mereview kembali, saya pun sadar bahwa saat ini saya melupakan untuk menentukan tarif bagi para pelaku UMKM, dimana mereka memiliki omzet yang tidak terlalu besar pula. Padahal saat ini pemerintah sedang gencar melakukan upaya agar dapat memajukan UMKM ini.

Oleh sebab itu saya merasa alangkah baiknya kita juga membantu program pemerintah ini, dengan cara memperhitungkan juga tarif desain berdasarkan calon klien dari kalangan pelaku UMKM ini. Karena tentu saja tidak adil bagi mereka untuk membayar tarif desain dengan harga yang sama dengan perusahaan yang memiliki omzet cukup besar.

Untuk penentuan tarifnya sendiri seperti yang sudah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa tidak ada aturan baku tentang penentuan tarif. Oleh karena itu silahkan anda gunakan saja metode menghitung tarif, tapi dengan penetapan hourly rate yang lebih rendah dari yang sudah ada saat ini, atau mungkin anda bisa saja menetapkan berdasarkan kemampuan para pelaku UMKM. Mungkin dengan cara seperti ini kita bisa membantu mendorong pertumbuhan UMKM di negara ini.

Tapi sebaiknya kita juga mengingat pentingnya untuk tetap menjaga kualitas dan performa kita untuk memberikan yang terbaik terhadap klien kita. Pastikan juga bahwa kita tidak menjual diri hanya untuk mendapatkan project, tapi memang kita memiliki niat untuk membantu pelaku UMKM ini. Jadi sebaiknya kita lebih jeli lagi dalam melihat kemampuan calon klien kita.

Share This:Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*