Penggunaan Warna Dalam Desain Grafis

Warna dalam Desain Grafis

Penggunaan warna dalam desain grafis memiliki tujuan agar karya seorang desainer dapat “berbicara”  kepada audience, dan dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikan oleh desainer tersebut. Artikel kali ini akan membahas tentang penggunaan warna dalam desain grafis. Artikel ini dibuat dengan merangkum dari beberapa sumber. Untuk lebih jelasnya mari terlebih dahulu kita mengenal apa itu warna.

Warna merupakan salah satu unsur yang penting dalam kehidupan manusia. Bumi kita memiliki banyak sekali warna. Warna yang terdapat di alam sangatlah penting bagi kita, karena dapat membantu  kita beradaptasi untuk bertahan hidup di alam. Warna juga merupakan bagian penting dari seni visual kita.

Dalam konsep modern, memanipulasi warna untuk mendapatkan efek yang diinginkan diyakini baik secara subjektif maupun teknis. Pada dasarnya, banyak warna yang kita lihat dibagi dalam beberapa kelompok.

Warna yang berdiri sendiri bukan merupakan warna yang didapat melalui hasil pencampuran beberapa warna. yang termasuk kategori warna primer adalah:

  • Merah
  • Biru
  • Kuning

Warna yang kita dapat berdasarkan hasil pencampuran warna primer.  Yang termasuk kategori warna sekunder adalah:

  • Hjau
  • Ungu
  • Orange
  • Abu-abu, dll.

Warna yang kita dapat setelah mencampurkan beberapa warna primer dan sekunder.

Selain itu terdapat pula Kumpulan warna utama yang terdiri dari : Merah, Oranye, Kuning, Hijau, Biru, dan Ungu. Namun menurut Sir Issac Newton ada 7  warna utama yaitu: Merah, Oranye, Kuning, Hijau, Nila, dan Ungu. Namun warna favorit seorang seniman untuk menghasilkan impresi yang kuat terdiri dari satu lusin warna yaitu:  hitam, abu-abu, putih, merah muda, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, coklat dan biru langit.

satu set warna logo

Seorang ahli menyatakan bahwa : Warna bukan merupakan sifat dasar cahaya namun sering berkaitan dengan respon fisiologis mata terhadap cahaya. Warna benda tergantung pada bentuk objek dalam lingkungannya juga karakterisitik mata dan otak dalam mengamati benda tersebut. Hal ini meyakini bahwa mata manusia dapat membedakan rbuan warna yang berbeda-beda. Sebagian besar manusia memiliki tiga jenis reseptor warna, organ-organ yang menerima warna dan mengirimkan mereka ke otak, tapi ada pula banyak hewan, seperti beberapa spesies laba-laba, beberapa marsupial, burung, reptil, beberapa jenis ikan, juga beberapa manusia berjenis kelamin perempuan, memiliki empat jenis reseptor. Hal ini menjelaskan kenapa wanita bisa membedakan lebih banyak warna.

man-vs-woman-color-naming

Psikologi Warna adalah: Sistem yang diakui untuk menyelidiki pengaruh warna terhadap perilaku, perasaan, dan emosi manusia.

Mata menerima cahaya yang dipantulkan dari permukaan obyek dan mengirimkannya ke otak yang kemudian bertindak atau bereaksi dengan menciptakan impuls berdasarkan pada ‘warna’ cahaya yang masuk, yang kemudian mengontrol perilaku seseorang atau hewan. Hal ini seperti kita tersenyum pada bayi,  tersenyum tetapi berpaling atau meringis pada bayi yang sedang menangis. Dengan cara yang sama, penelitian telah menunjukkan bahwa orang bereaksi dengan cara yang berbeda untuk warna yang berbeda. [Asumsi ini juga tergantung pada budaya, periode waktu dan aspek religius.] Ini adalah fakta membuktikan bahwa ketika kita melihat makanan berwarna merah, kita cenderung untuk merasa lebih cepat lapar daripada  ketika kita melihat makanan yang berwarna pucat .

eye-perception-color

Berikut ini adalah warna dan pengaruh positif dan negatif-nya terhadap suasana hati seseorang maupun hewan.

Warna digunakan secara ekstensif dalam bahasa. Ada peribahasa, pepatah, kata kerja phrasal dan beberapa ekspresi umum digunakan dalam perumpamaan dan metafora (‘warna idiom’) untuk mengekspresikan suasana hati, perasaan dan perilaku manusia dan hewan. Kata-kata itu antara lain:

  • “White Lies”
  • “Perjanjian Hitam diatas Putih”
  • “Green Card”
  • “I Feel blue”, dll.

Warna juga digunakan untuk mewakili ras manusia yang berbeda: orang kulit putih (Kaukasia ), orang kulit hitam (Ethiopia atau ras hitam), orang-orang berkulit kuning (Mongolia),orang  berkulit kayu manis coklat berwarna (ras Amerika atau wajah merah), dan orang-orang berkulit coklat (ras Melayu).

Orang-orang yang bekerja dengan warna dalam profesi atau pekerjaan mereka harus memiliki beberapa pengetahuan dasar tentang ilmu warna dan kombinasi warna, dan bagaimana warna mempengaruhi suasana hati manusia dan hewan.

Warna dapat berubah ke nuansa yang berbeda tergantung pada materi yang di proyeksikan (dicetak). Sebuah warna tertentu mungkin terlihat pucat bila digunakan pada selembar kain yang menyerap cairan, dan warna yang sama terlihat cerah bila digunakan pada kertas mengkilap, namun terlihat dengan warna berbeda bila digunakan pada selembar plastik. Dan kombinasi warna yang dibuat pada layar komputer mungkin tidak sama saat dicetak di atas kertas, bukan berarti berubah menjadi warna yang berbeda, tetapi memberikan sebuah efek warna yang agak berbeda dari aslinya.

Untuk mendapatkan penguasaan atas penggunaan kombinasi warna, seniman, pelukis atau grafis desainer maupun logo desainer harus memiliki beberapa pengetahuan dasar tentang dinamika dan terminologi kombinasi warna dan warna, dan cara penggunaan warna dalam desain grafis. Beberapa pengetahuan tersebut adalah sebagai berikut:

  • CHROMATICS : Studi tentang fisiologis warna.
  • Psikologis Warna : Studi mengidentifikasi efek warna pada emosi dan aktivitas manusia;
  • Terapi chromatic : Menggunakan psikologi warna secara ilmiah (‘terapi berwarna’ digunakan sebagai bentuk pengobatan alternatif dikaitkan dengan berbagai tradisi Timur);
  • Teori warna : Seni pencampuran warna dan dampak visual dari kombinasi warna;
  • Kode warna : sebuah sistem untuk menampilkan informasi menggunakan warna yang berbeda;
  • Kontras warna : “Ilusi optik” – suatu kondisi di mana mata (persepsi warna atau visi) dimanipulasi menjadi percaya sesuatu yang tidak ada atau sesuatu yang tidak apa itu sebenarnya.

Ketika kita membahas warna dan web-desain pada komputer, desainer didorong untuk tetap berpegang pada ‘web-safe’ warna aman yang terdiri dari 216 warna yang umum digunakan. Namun, David Lehn dan Hadly Stern, telah menemukan bahwa hanya 22 dari 216 warna yang digunakan dalam web-desain yang andal dan konsisten (pada 16-bit display komputer). Formasi 22 warna dapat dianggap “benar-benar aman” untuk digunakan dalam web-desain karena relatif konsisten.

Fakta lain yang harus diketahui web-desainer atau profesional lainnya, dalam menggunakan kombinasi warna harus diingat adalah bahwa tidak semua orang dapat mengidentifikasi semua warna. Orang yang tidak bisa mengenali semua warna umumnya disebut ‘buta warna’.

Pada beberapa orang parsial mata, penuaan dan defisit warna bawaan semua menghasilkan perubahan persepsi warna yang menghasilkan penurunan efektivitas visual kombinasi warna tertentu. Sebuah kombinasi dari dua atau tiga warna yang kontras tajam dengan seseorang dengan penglihatan normal mungkin kurang jelas atau bahkan membingungkan untuk seseorang dengan buta warna!

Oleh karena itu, desainer web seharusnya tidak menganggap desain mereka bisa diterima oleh setiap orang.

Branding atau desain logo adalah seni memberikan simbol atau ikon untuk produk komersial perusahaan atau hanya sebagai simbol pengakuan untuk klub atau asosiasi.

Sebuah desain logo adalah simbol yang paling mudah diingat dan sering ditampilkan oleh sebuah bisnis. Hal ini menyebabkan “warna” memainkan peranan utama dalam menciptakan desain logo.

Ada tiga jenis logo:

  • Logo teks – Terdiri atas kata-kata sederhana tanpa gambar, desain atau simbol yang menjelaskan sifat dari bisnis tertentu;
  • Logo simbol – Terdiri atas gambar, desain atau simbol tetapi tanpa kata-kata tertulis;
  • Teks dan simbol logo – gabungan antara beberapa kata-kata tertulis dan gambar, desain atau simbol di dalamnya.

Ini adalah fakta yang sangat terkenal bahwa pikiran manusia didesain untuk menanggapi warna, dan pikiran bawah sadar seseorang merubah warna menjadi pesan, dan bahwa warna dapat mempengaruhi pendapat seseorang dalam waktu kurang dari yang dibutuhkan mata untuk berkedip.

Beberapa logo desainer yang tanpa pengetahuan dasar seringkali mengabaikan pilihan warna di logo kliennya, dan klien mungkin kehilangan / pelanggan potensial nya atau klien bukannya memikat mereka.

Pustaka:

  • www.spellbrand.com/use-of-color-in-creating-logo-designs
  • wikipedia.org
  • www.ahlidesain.com/dasar-pemakaian-warna-dalam-desain-grafis.html

Disclaimer:

Seluruh gambar dalam artikel ini hanya digunakan sebagai ilustrasi, dan bukan milik author. Apabila anda merasa memiliki gambar tersebut dan merasa tidak setuju untuk dipasang dalam artikel ini, silahkan kirimkan email ke aldi@aldianlo.com. Terimakasih

2 replies on “Penggunaan Warna Dalam Desain Grafis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*