Tips Menjadi Grafis Desainer Freelance

Tips Menjadi Grafis Desainer Freelance –

Ada banyak sekali tips menjadi grafis desainer freelance apabila kita melakukan pencarian pada google. Pada dasarnya semua kembali kepada diri kita sendiri untuk bisa menjalankan bisnis grafis desainer freelance.

Untuk menjadi seorang grafis desainer freelance ada banyak sekali tahapan, bagaimana memulai, bagaimana memaintenance, dan bagaimana kita survive.

Sebagai seorang grafis desainer freelance, kita sama seperti mengelola perusahaan kita sendiri. Oleh karena itu ada hal-hal yang perlu kita buat agar memudahkan kita memanajemen usaha kita.

Tips Menjadi Grafis Desainer Freelance
Berikut adalah beberapa tips menjadi grafis desainer freelance:

  1. Menentukan Tarif Desain

    Tarif desain, ini merupakan sebuah perbincangan yang selalu banyak mendapatkan sorotan. Karena tidak ada rumus, maupun harga baku yang menjadi acuan dari jasa desain grafis.

    Menentukan tarif desain adalah sesuatu yang mutlak bagi setiap grafis desainer freelance. Karena setiap penjual pasti memiliki harga atas apa yang dijualnya. Oleh karena itu setiap grafis desainer wajib memiliki harga yang sudah diperhitungkan matang-matang.

    Yang kemudian menjadi masalah ketika banyak sekali harga yang tidak diperhitungkan sebelumnya oleh beberapa grafis desainer yang kemudian memberikan harga seenaknya hanya agar mendapatkan project. Pembahasan tentang ini bisa kita baca disini

    Pada dasarnya penentuan tarif ditentukan berdasarkan kepercayaan diri kita sendiri. Dan kita harus menentukan sendiri kapan tarif kita harus naik.

    Saya pribadi lebih memilih ke cara yang paling mudah sebagai parameter kapan tarif saya harus naik. yaitu dengan cara memberikan target kepada real project portfolio saya (Bukan dummy portfolio/portfolio fiktif).

    Misalkan target saya setelah dapat 5 real portfolio saya akan meningkatkan tarif saya sebanyak 25 ribu/jam, atau bebas berapapun yang kalian inginkan, tapi harus masuk akal.

    Kenapa saya menjadikan portfolio sebagai parameter, karena saya rasa semakin banyak real portfolio, berarti semakin banyak pengalaman kita dalam menghadapi klien juga menyelesaikan masalah klien.

  2. Membuat Formula Untuk Menghitung Tarif

    Tips kedua adalah pastikan kita memiliki sebuah formula untuk menentukan harga desain kita. Formula penentuan tarif bisa bermacam-macam, bisa berdasarkan flat rate maupun hourly rate.

    Kalau saya pribadi lebih senang menggunakan kombinasi dari kedua nya, sehingga memungkinkan kita lebih fleksibel terhadap tarif yang kita kenakan atau bisa di nego, namun kita juga tidak bekerja berlebihan.

    Tips membuat formula menghitung ongkos desain grafis bisa dilihat pada artikel saya yang berikutnya.

  3. Membuat Bussiness Rule

    Sebagai grafis desainer freelance, posisikan diri kita sebagai bussiness owner sekaligus pegawai.

    Sebagai bussiness owner pastikan kita membuat aturan-aturan yang profesional, layaknya standart sebuah perusahaan.

    Misalnya, kita membuat sebuah aturan tentang bagaimana  metode pembayaran akan dilakukan, pada saat kita menerima sebuah project dari klien.

    Saya sendiri memiliki aturan bahwa minimal sebelum mengerjakan project saya harus menerima 50% dari total yang harus dibayarkan.

    Hal ini untuk memproteksi saya dari kemungkinan-kemungkinan terburuk yang pernah saya alami dahulu. Misalnya dimana konsumen melakukan order kemudian setelah kita kerjakan dan menunjukan konsep kepada mereka, lalu mereka hilang entah kemana. Kerugian kita yaitu, waktu yang digunakan untuk membuat konsep terbuang, klien sudah mendapatkan konsep kita kemudian bisa saja dia menggunakan konsep kita tanpa keluar biaya.

    Bussiness rule yang saya berlakukan sebelum mengerjakan sebuah project antara lain:

    – Pastikan sebelum memulai project kita dan klien sama-sama sudah menandatangani surat perjanjian kerjasama, bermaterai (isi surat perjanjian kersama bisa anda tentukan sendiri)
    – Pastikan dalam surat perjanjian kerjasama tercantum poin bahwa segala materi desain (konsep) yang kita berikan kepada klien tidak dapat digunakan oleh klien dalam bentuk apapun sebelum project dilunasi.
    – Pastikan anda sudah menerima uang muka 50% dari nilai kesepakatan dengan klien.
    – pastikan hanya menunjukan konsep desain yang sudah diberi watermark.

  4. Konsisten

    Tips menjadi grafis desainer freelance yang berikutnya adalah konsisten

    Konsistensi adalah kunci dari semua kesuksesan dalam bidang apapun, maka pastikan anda selalu kosisten dalam menjalankan bisnis freelance grafis desainer.

    Konsistensi bisa kita artikan dalam konsisten untuk memperbaharui ilmui dengan terus belajar, dan memperbaharui kemampuan anda.

    Konsisten dalam melakukan pekerjaan anda, buatlah jadwal bekerja anda. Buatlah jadwal bekerja mislanya mulai pukul 08.00 – 16.00. Meskipun kita bekerja dari rumah tapi pastikan anda memiliki jadwal, agar memudahkan anda memanajemen waktu anda, hal ini juga akan berhubungan dengan penentuan lama semua project bisa anda kerjakan, dan pepnentuan tarif saat anda menggunakan hourly rate. Akan dijelaskan dalam artikel saya selanjutnya.

    Konsisten dalam melakukan bussiness rule yang telah anda buat, pastikan anda selalu mematuhi bussiness rule anda, jadilah profesional dengan setiap bussiness rule anda. Tidak perduli siapapun klien anda baik teman, sahabat, bahkan saudara sekalipun, jika sudah berbicara tentang bisnis terapkan bussiness rule anda, karena anda profesional.

    Konsisten dengan harga yang sudah anda buat, kalau boleh saya katakan, hilangkan perasaan sungkan anda. Saya selalu menerapkan hal ini, teman baik saya, bahkan saudara saya sendiri,  selalu saya berikan harga sesuai yang sudah saya tentukan. Alhasil tidak jarang saya dibilang pelit heheh.
    Tapi menurut saya suka-suka kalian mau bilang saya apa, ini urusan dapur saya. Kamu mau bayar, saya kerjakan.

  5. Posisikan diri sebagai konsultan bukan kuli gambar

    Nah inilah yang paling utama dari tips menjadi tips menjadi grafis desainer freelance.

    Pastikanlah bahwa anda memposisikan diri sebagai konsultan, bukan seorang kuli gambar yang siap melakukan apa saja permintaan klien. (pembahan ini bisa dibaca disini)

    Begini, anggaplah klien sebagai seorang yang memiliki problem, dan anda adalah orang yang akan menjadi problem solver. Dengan begini, maka akan jelas posisi anda sebagai seorang konsultan.

    Siapkanlah diri anda untuk menjadi jembatan antara keinginan klien anda, dengan target audience nya. Misalnya klien memiliki usaha yang berhubungan dengan anak-anak (mainan, pakaian anak, dll), namun dia menginginkan desain logo yang tegas, maksimal 2 warna, dan solid. Sebagai seorang konsultan, berikanlah masukan-masukan untuk memastikan bisnis klien anda berhasil, dengan memperhatikan target pasar mereka.

    Bukannya malah kita asal terima dengan harapan klien cepat membayar hasil desain  gaanda. Karena bisa saya jamin bahwa anda tidak cocok menjadi grafis desainer, anda lebih cocok menjadi kuli gambar.

Demikianlah beberapa tips menjadi grafis desainer freelance yang bisa saya sampaikan. Semua tulisan dalam artikel ini adalah sesuai dengan pengalaman yang pernah saya jalani, setiap grafis desainer memiliki pengalaman dan tips yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*